Tampilkan postingan dengan label Berita Pemko Dumai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Pemko Dumai. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Mei 2012

Dumai Expo Usai, TBG Berkecai

DUMAI - Lomeks.com  – Dumai Expo 2012 usai sudah. Kegiatan yang dilaksanakan selama sepekan ini memberikan dampak ekonomi yang cukup positif. Namun di pihak lain, kegiatan tahunan itu juga menyebabkan fasilitas di Taman Bukit Gelanggang (TBG) mengalami kerusakan.

Jum’at (4/5) siang, sebagian besar tenda yang dipakai untuk pameran dan promosi di lapangan utama sudah dibongkar. Panggung serta bangunan lainnya yang dipergunakan selama expo pun sudah tidak ada lagi.

Lapak di kawasan belakangan lapangan yang dipergunakan untuk para pedagang dan usaha kecil menengah (UKM) pun sedang dilakukan pembongkaran. Tampak, sejumlah pedagang mengemasi tenda dan barang dagangan mereka.

Expo yang diramaikan ribuan warga setiap malamnya, ternyata juga memberikan dampak negatif terhadap Taman Bukit Gelanggang. Fasilitas dan sarana di taman yang berada di pusat kota itu mengalami kerusakan. Lantai paving block serta keramik yang baru saja selesai pemasangannya terlihat retak dan pecah.

Kawasan yang sudah berkeramik putih yang berada di depan taman itu semula bukan termasuk lahan untuk parkir. Tetapi entah apa alasannya, sejumlah mobil milik PT Pertamina, pegawai Pemko Dumai dan mobil pengusaha malah parkir di atasnya pada sejumlah kesempatan. Karena bukan dibuatkan untuk tempat parkir, tentu saja lantai keramik itu rusak akibat ditimpa mobil yang cukup berat.

Tidak hanya itu, sejumlah tanaman penghijauan dan bunga-bunga pun terlihat rusak. Diduga akibat terinjak para pengunjung expo. Tidak sedikit pula, pot-pot besar yang pecah dan tanahnya berserakan.

Kepala Bidang Pertamanan dan PJU pada DTKP, H Khairil Adli ketika dikonfirmasi mengaku kecewa dengan pelaksanaan expo yang merusak sarana dan fasiitas yang baru saja selesai dibangun. Menurut Adli, semua kerusakan itu merupakan tanggung jawab pihak PT Mahudun Sari Cipta Utama selaku EO Dumai Expo 2012.

"Panitia harus bertanggungjawab terhadap kerusakan lantai dan lahan Taman Bukit Gelanggang. Kita menilai terjadinya kerusakan kelengahan pelaksana dan tidak mengontrol ketat aktivitas pengunjung yang berkendaraan,” ujarnya.

Salman Alfarisy, pimpinan PT Mahudun Sari Cipta Utama yang dihubungi Jum’at (4/5) siang mengaku akan bertanggung jawab. “Kita akan memperbaikinya,” sebutnya menjawab wartawan melalui SMS.

Senin, 30 Januari 2012

Kapuspen Kemendagri: Izin Melalui SMS Tidak Sesuai Aturan

DUMAI - lomeks - Layaknya mekanisme birokrasi dari Permendagri No 11 tahun 2011, pengajuan izin keberangkatan kepala daerah ke luar negeri mestilah disampaikan tertulis. Disampaikan ke gubernur untuk kemudian diteruskan ke Sekjen Kemendagri. Dinilai tidak etis bila disampaikan melalui SMS.

Hal itu disampaikan Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Raydonnzar Moenek, yang diminta tanggapannya atas pernyataan Wali Kota Dumai, Khairul Anwar, yang menyebutkan pihaknya sudah mengajukan izin ke Sekjen melalui pesan singkat SMS perihal keberangkatan bersama Muspida ke Melaka beberapa waktu lalu.

 "Sesuai mekanisme dan aturan tentunya ya tertulis. Tidak etis bila untuk urusan resmi seperti itu melalui SMS," ujar Raydonnzar melalui seluler, Senin (30/1) siang.

Dijelaskannya lagi, sebagaimana disebutkan dalam Permendagri No 11 tahun 2011, pengajuan izin ke luar negeri oleh kepala daerah seperti bupati dan wali kota, disampaikan terlebih dahulu ke gubernur. Dan gubernur kemudian yang meneruskan surat tersebut ke Sekjen Kemendagri.

"Mesti ada prosedural tertulisnya," sebutnya. "Sebagai pejabat birokrasi tidak mungkinlah mengajukan izin melalui SMS. Ada mekanisme dan prosedurnya yang harus dilalui manakala seorang pejabat pemerintah daerah akan berpergian ke luar negeri. Tidak bisa pergi-pergi begitu saja," tambahnya.

Kapuspen sendiri belum bisa memastikan apakah ada SMS yang disampaikan Wako Dumai itu. "Akan saya cek dulu. Saya cari kepastiannya ya," ujarnya.

Raydonnzar pun membenarkan bahwa saat pengajuan surat izin harus dilampirkan undangan dari pejabat atau pihak pengundang dari negara yang bersangkutan. Hanya saja, katanya pula, undangan ini juga bergantung dari urgensi dan tujuan dari keberangkatan.

"Tapi bila ada hal-hal yang mendesak, mungkin akan ada pertimbangan lain. Tetapi sesuai aturannya harus ada undangan dari pihak pengundang dari negara bersangkutan. Semua sudah ada aturannya,” tambahnya dalam wawancara 3,7 menit tersebut.(loc)

Jumat, 27 Januari 2012

Kunker Wako Dumai ke Malaka Tak Kantongi Izin

DUMAI - Kepergian Wali Kota Dumai, Khairul Anwar bersama rombongan Muspida Dumai ke Malaka, Malaysia, resmi tidak mengantongi izin dari Sekretaris Jendral Kementrian Dalam Negeri.

Demikian disampaikan Kepala Biro Pemerintahan Setdaprov Riau, Rizka Utama, melalui pesan singkat (Short Message Service disingkat SMS), kepada wartawan di Dumai. 

"Terkait kunker Wako Dumai ke Malaka, apa ada permohonan izin ke Sekjen Depdagri melalui Gubernur Riau?,"tanya wartawan di Dumai melalui SMS yang dikirim ke Riska pada Kamis (26/1).
Beberapa jam setelah SMS terkirim, Riska membalasnya dengan jawaban "Tidak".

Wartawan mempertanyakan ada tidaknya izin itu, sebagai bentuk konfirmasi mengingat kunjungan Wako Dumai ke Malaka selama empat hari itu mendulang banyak pertanyaan ditengah masyarakat Dumai.

Desas-desus miring pun mengemuka menyusul tidak jelasnya agenda dan tujuan kegiatan di Negeri Jiran itu. Apalagi kunjungan itu Khairul membawa pimpinan Muspida seperti Kapolres Dumai AKBP Restiawan Bulkaini, Komandan Pangkalan Angkatan laut (Danlanal) Dumai, Kolonel (laut) Muhammad Ali, dan Komandan Satuan Radar Dumai, Letkol Emil Syarif. Seperti yang diterbitkan Tribun sebelumnya, Kamis (26/1) lalu,

Ketua Badan Ekesekutif Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Dumai, Suadayar, menjelaskan bahwa aturan keberangkatan pejabat daerah ke luar negeri sudah termaktub dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 tahun 2011 tetang pedoman perjalanan dinas ke luar negeri bagi pejabat atau pegawai dilingkungan pemerintahan daerah.

Pasal 9 menyebutkan walikota yang melakukan kunjungan ke luar negeri harus mengajukan permohonan kepada Sekretaris Jendral melalui gubernur. "Apalagi dikabarkan, keberangkatan ke Malaka dalam rangka bertemu dengan Datuk Bandar Malaka (setingkat walikota di Indonesia,red). Artinya kan kunjungan kerja resmi, berarti harus ada izin dari Sekjen melalui Gubernur Riau," ujar Suadayar.(loc)

Selasa, 24 Januari 2012

Ke Melaka, Agenda tak Jelas

DUMAI - lomeks dot com – Wali Kota Dumai H Khairul Anwar bersama sejumlah anggota Forum Komunikasi Pimpanan Daerah (Formida) Dumai, berangkat ke Melaka, Malaysia, Sabtu (21/1) akhir pekan lalu. Tidak jelas agenda pertemuan mereka di sana. Hingga Senin (23/1) siang kemarin, belum satu pun pertemuan dengan para pejabat di Negeri Jiran itu.

Agenda kerja rombongan para pejabat Dumai ini di sana juga masih simpang siur. Kabag Humas Pemko Dumai, H Dermawan, menyatakan itu adalah kunjungan pribadi wako bersama dengan keluarganya. “Agenda pribadi wako, sekalian chek up kesehatan,” ujarnya.

Ditanya kenapa unsur pimpinan daerah juga ikut, Dermawan tidak bisa menjelaskan. “Itu kewenangan wako mau ngajak siapa,” katanya Sabtu siang.

Keterangan yang disampaikan Kabag Humas berbeda dengan pernyataan Kapolres Dumai AKBP Ristiawan Bulkaini. Menurut Kapolres agendanya adalah pertemuan dengan pihak kementerian Melaka guna membahas soal Ro-ro.

Kapolres sendiri ikut dalam rombongan yang berangkat Sabtu siang lalu itu. Namun, entah tersebab apa, Ahad (22/1) pagi, ia sudah kembali ke Dumai. “Saya banyak agenda kerja di Dumai. Juga ada perayaan Imlek dan pengamanan lainnya,” ujar menjawab wartawan Ahad siang.
Ditanya apa sudah bertemu dengan pejabat Melaka, Kapolres mengaku belum. “Itu urusan rombongan yang masih berada di sana. Saya pulang karena punya banyak agenda yang lebih penting,” jelasnya.

Menjawab apakah keberangkatan ke luar negeri  sudah mendapatkan izin atasan, Ristiawan malah emosi. “Itu urusan saya dengan komandan,”  katanya. Tap ia memastikan, keberangkatan karena diajak secara resmi oleh wako.

Keterangan yang dihimpun, keberangkatan unsur Formida Dumai merupakan undangan resmi dari Wako Dumai. “Memang ada surat resminya. Tapi saya tidak baca, saya lagi di Pekanbaru saat itu,” ujar  Komandan Kodim 0303 Bengkalis,i Letkol R Wibisono Hendroyoso seraya menjelaskan dirinya tidak pergi bersama rombongan.

Ditanya kenapa tidak ikut, Dandim menyebutkan pihaknya punya agenda dengan kedatangan Satgas Yonif 132 dan menyambut kedatangan Pandam I Bukit Barisan. “Banyak agenda kegiatan saya,” jelasnya.

Karena tidak ada kapal ferry yang beroperasi sepanjang Senin (23/1) berkaitan dengan perayaan tahun baru Imlek, dipastikan rombongan para pejabat Dumai baru akan kembali ke Dumai, Selasa (24/1) pagi ini.

Timo Kipda, satu-satunya angota DPRD Dumai yang ikut dalam rombongan, memastikan bahwa hingga Senin siang, rombongan pejabat Dumai ini belum bertemu dengan satu pun pejabat Melaka. “Mungkin mala ini pertemuannya. Tapi saya balek siang ini melalui penerbangan ke Medan,” tutur Timo Kipda melalui seluler menjawab wartawan, Senin siang.

Di Dumai sendiri, keberangkatan para pejabat teras itu menjadi perbincangan hangat. Mulai dari soal anggaran yang digunakan, izin keberangkatan dan tujuannya.

“Untuk pejabat setingkat walikota untuk keluar negeri harus mendapat izin Mendagri. Begitu pun dengan Kapolres dan Danlanal, mesti mendapatkan persetujuan Pangab. Apalagi kalau betul agendanya melakukan pertemuan terkait Ro-ro yang merupakan urusan bilateral dua negara. Tidak bisa putus oleh wako saja,” ujar Suardaya, ketua Badan Eksekutil LSM Kota Dumai.

Minggu, 22 Januari 2012

Pejabat Dumai ke Malaysia Urus Ro-ro

DUMAI – lomeks.com – Keberangkatan sejumlah pejabat Dumai dan unsur forum komunikasi pimpinan daerah ke Malaysia, Sabtu (21/1/12), dikatakan beragendakan pertemuan dengan pejabat di Melaka guna membahas Ro-ro.

Informasi ini disampaikan Kapolres Dumai AKBP Ristiawan Bulkaini menjawab wartawan Minggu (22/1/12) pagi. Dalam pesan singkat SMS dikatakannya agenda ketemu menteri Melaka untuk membahas Ro-ro.

Anehnya, Minggu siang sekitar pukul 14.00 WIB, Ristiawan malah sudah berada di Dumai. Ia kembali ke Dumai dengan kapal ferry pagi dari Melaka. Ditanya apakah tidak ikut dalam pertemuan dengan menteri di Melaka, ia malah menyebutkan bahwa punya kepentingan tugas di Dumai.

“Saya lebih bertanggung jawab dengan masalah keamanan berkaitan dengan perayaan Imlek, makanya pulang lebih cepat,” ujarnya.

Meski enggan berbicara lebih banyak, tetapi terkesan ada yang disembunyikan berkaitan dengan hanya berada satu malam di Melaka. “Saya hanya mengantar rombongan,” elaknya.

Kapolres, Walikota Dumai, Wakil Walikota bersama sejumlah pejabat penting lainnya berangkat menuju Melaka, Sabtu (21/1/12) siang. Menjadi aneh bila kemudian pagi Minggu-nya Kapolres kembali pulang ke Dumai. Hanya satu malam di Melaka.

Dan menjadi pertanyaan pula apakah seorang walikota punya kapasitas melakukan pertemuan terkait dengan Ro-ro yang notabene merupakan perundingan antara negara.(loc)

Sabtu, 21 Januari 2012

Pejabat Dumai Plesiran ke Malaysia

DUMAI – Belasan pejabat teras Kota Dumai plesiran ke Malaysia. Tidak jelas apa agenda para pejabat itu.  Berangkat Sabtu (21/1/12) siang menggunakan kapal ferry, mereka diperkirakan baru akan kembali Selasa mendatang.

Para pejabat yang berangkat itu diantaranya adalah Wali Kota Dumai, Khairul Anwar berserta keluarga, Wakil Wali Kota Dumai dan sejumlah kepala dinas. Selain itu juga ikut anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, yakni Kapolres, Dandim, Danlanal serta komandan satuan lainnya yang ada di Dumai.

Informasi yang berkembang di Dumai, para pejabat itu berangkat dalam kaitan syukuran kegiatan Harnus di Dumai beberapa waktu yang lalu yang berjalan sukses.

Kabag Humas Pemko Dumai, H Dermawan, menyebutkan keberangkatn wako dan rombongan dalam kaitan menjalin hubungan kerjasama dengan polisi Malaysia. “Ya, agendanya berjumlah dengan pejabat polisi di sana yang nantinya akan kita undang ke sini,” ujarnya.

Dermawan sendiri tidak ikut. “Saya tidak ikut,” jelasnya. Anehnya, ditanya soal biaya yang dipakai, Dermawan malah menyebutkan yang dipakai adalah dana pribadi wako. “Itu dana pribadi walikota,” ujar melalui sambungan seluler.

Dipertanyakan lebih lanjut soal dana dan agenda rombongan tersebut di Negeri Jiran, Dermawan mengaku tidak tahu banyak. “Tapi, kalau dapat jangan diberitakan lah ya,” kata dia pula.

Keberangkatan rombongan pejabat Dumai ke luar negeri terkesan mubazir serta tidak ada gunanya. Terlebih lagi, bila tetap menggunakan angkutan laut mereka baru bisa pulang ke Dumai Selasa mendatang.  

Sebab, sehubungan dengan tahun baru Imlek, Senin (23/1), semua kapal ferry di Dumai tujuan luar negeri dan Kepri tidak beroperasi satu pun. “Senin tidak ada kapal yang berlayar. Baru kembali beroperasi hari Selasa,” ujar seorang agen ferry Dumai Express.

Dengan demikian, besar kemungkinan para pejabat ini kembali Selasa. Namun masih bisa kembali Senin. Tetapi dengan menggunakan pesawat terbang dari Melaka ke Pekanbaru. Dan ini tentu saja mengeluarkan dana yang tidak sedikit.(loc)

Kamis, 12 Januari 2012

Said Jadi Sekda, Junaidi Tersangka

DUMAI - LomekDot.com - Drs Said Mustafa, dilantik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Dumai. Prosesi pelantikan dilaksanakan di Gedung Pendopo, Jalan Puteri Tujuh, Dumai. Pelantikan dilakukan oleh Wali Kota Dumai, Khairul Anwar, Kamis (12/1) pagi.

Sementara, calon Sekda lainnya, Junaidi Asnawi, disebut-sebut sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Kejaksaan Negeri Dumai dalam kasus pembebasan tanah Madrasah Aliyah Bertaraf Internasional (MABI) Dumai.

Informasi yang didapatkan, Junaidi Asnawi yang semula dijagokan menjadi Sekda Dumai malah bernasib buruk. Ia sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kasus tanah MABI. Selain Junaidi, ditetapkan pula RA dan JA sebagai tersangka. Keduanya bukan PNS. Dalam perkara ini, negara dirugikan miliaran rupiah.

Pekan-pekan terakhir tahun 2011 lalu, ketiga orang yang disangkutkan dengan proses pembebasan lahan MABI memang tampak sering bolak-balik ke kantor Kejaksaan yang berada di Jalan Sultan Syarif Kasim itu.

Hanya saja, Kepala Kejaksaan Negeri Dumai, Christina Surya SH menyebutkan pihaknya belum menetapkan status tersangka. “Kita masih dalam tahap lid. Belum sampai penetapan tersangka,” ujarnya via seluler, Rabu (11/1) siang.

Dihubungi terpisah, Kasi Intel Kejari Dumai, Eka  Sapitra SH yang melakukan penyelidikan terhadap perkara ini menambahkan bahwa pihaknya bakal menetapkan tersangka. “Dalam bulan ini kita infokan,” sebutnya melalui pesan singkat SMS.(lmk)

Jumat, 11 November 2011

Bahas Blokir Jalan, Wako Dumai Ditinggal

DUMAI (lomekdotcom) — Pertemuan antara Walikota Dumai, DPRD dan masyarakat. Kelurahan Purnama dan Kecamatan Sungai Sembilan untuk membahas aksi blokir yang dilakukan warga berakhir tanpa hasil. Pada pertemuan itu, Wako Dumai malah ditingggal warga dalam ruangan.

‘’DPRD dan Pemko Dumai dalam hal ini telah berupaya untuk mencarikan solusi terbaik dari masalah kerusakan jalan Purnama hingga Lubuk Gaung,’ ‘ujar Walikota Dumai, H Khairul Anwar SH pada pertemuan di Kantor Camat Dumai Barat, Kamis (10/11)

Dikatakannya, Pemko Dumai telah berupaya agar jalan tersebut diperbaiki oleh Pihak Provinsi karena Jalan rusak tersebut merupakan jalan provinsi sehingga yang memiliki domain untuk perbaiki jalan tersebut adalah pihak provinsi,’’ujarnya.

Namun demikian itu bukan berarti pihak Pemko Dumai lantas lepas tangan, Pemko Dumai tetap berupaya keras bagaimana jalan yang rusak tersebut diperbaiki, makanya pada Rabu 9 November kemarin setelah rapat Harnus, Pemko dumai melakukan rapat bersama pihak Provinsi membahas kerusakan jalan tersebut serta tuntutan masyarakat.
Dimana nantinya pihak Provinsi pada anggaran 2012 telah menganggarkan biaya sekitar Rp 6 Milyar untuk perbaikan jalan yang rusak tersebut serta dalam MP3i juga sudah direncanakan pembangunan jalan Bukit Timah menuju Parit Kitang sepanjang 22,5 km.

Wako berharap agar masyarakat bersabar dan tidak lagi melanjutkan aksi pemblokiran jalan, karena jika aksi pemblokiran jalan masih diteruskan akan banyak pihak yang dirugikan, tidak saja perusahaan tetapi juga masyarakat. Mengingat dampak pemblokiran jalan tersebut cukup luas, dimana roda perekonomian juga akan terkena imbas, serta jika operasional Pabrik terhenti maka akan banyak buruh yang dirumahkan.

Warga menanggapi dengan keras pernyataan wako itu. Dikatakan bahwa pemblokiran jalan yang mereka lakukan bukan wujud dari kebencian mereka terhadap keberadaan perusahaan tetapi wujud dari tuntutan masyarakat terhadap sikap ketidakpedulian Pemko terhadap masyarakat.

‘’Kami menuntut janji Walikota Dumai yang akan mengupayakan perbaikan jalan ini, jika tidak ada solusi juga maka pemblokiran ini akan terus berlanjut hingga Presiden SBY hadir saat Harnus nantinya,’’ ujar Gedang.

‘’Kami juga sudah kerap melayankan surat kepada pihak provinsi tetapi tampaknya pihak Provinsi tidak ada tanggapan terhadap persoalan kerusakan jalan ini, jadi percuma saja jika masalah pembahasan jalan rusak ini tidak melibatkan pihak provinsi. Jelas saya mendukung aksi pemblokiran jalan ini, biar pihak provinsi turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi jalan yang rusak ini dan menganggarkan perbaikannya dianggaran tahun 2012 nantinya,’’ tukas Jamini, salah seorang tokoh masyarakat.

Karena situasi yang sempat memanas dan terjadi adu pendapat antara masyarakat yang hadir dengan pihak Pemko dan DPRD maka akhirnya masyarakat memilih walkout dan tetap akan meneruskan pemblokiran jalan.

"Jalan ini akan tetap kami Blokir, jika perlu kami akan mendatangkan masa lebih banyak lagi untuk mendukung aksi pemblokiran jalan ini,’’ ujar Agus Toni, Ketua RT 03 Purnama seraya meninggalkan ruangan.(afr)

Jumat, 04 November 2011

Penetapan Sekda Dumai Diperjudikan Toke

DUMAI - (lomekdotcom) - Berlarutnya penetapan Sekda Dumai, kini malah menjadi bahan taruhan di kalangan sejumlah pengusaha dan toke di Dumai. Tak tanggung-tanggung, jumlah taruhannya mencapai ratusan juta rupiah.

Sebagaimana diketahui nama yakni Said Mustafa dan Junaidi Asnawi disebut-sebut berpeluang menjadi Sekda Dumai. Kedua nama itu sudah melalui proses fit and propest test di Pemprov Riau. Dewasa ini,  mereka masih dalam penilaian di Kemendagri.

Disebabkan plin-plan sikap Walikota Dumai Khairul Anwar, proses pengajuan kedua nama di Depdagri pun bermasalah. Wako Dumai disebut-sebut mengajukan nama lain selain dari nama yang sudah disampikan Gubri.

Proses terhadap Sekda Dumai pun sudah lebih dari setahun, namun belum juga selesai. Lamanya proses inilah yang menarik sejumlah pengusaha di Dumai untuk memperjudikannya; siapa yang terpilih menjadi Sekda Dumai diantara kedua nama itu.

Ha, alah seorang pegusaha Dumai, mengakui bahwa penetapan Sekda itu menjadi bahan taruhan itu dilakukan bersama rekan bisnisnya. "Karena keunikan di system ke pemerintahan dalam mendudukan salah satu pejabat ini, kita pun tertarik untuk dijadikan bahan taruhan. Iseng-iseng berhadiahlah," ujar pengusaha keturunan itu.

Jumlah taruhannya lumayan besar. "Terendah Rp100 juta. Bahkan ada teman saya dari Batam juga ikut taruhan dalam penetapan Sekda Dumai ini,” jelasnya.

Nama Said Mustafa paling dijagoan keluar sebagai pemenang. Dalam bursa taruhan pun, nama Said Mustafa yang banyak dipegang. "Said Mustafa yang paling banyak dipegang," ujar pengusaha mobil itu.

Said Mustafa ketika dikonfirmasi soal adanya jadi bahan taruhan tersebut malah kaget dirinya menjadi bahan taruhan. “Wah saya baru dengar kalau penetapan Sekda Dumai jadi bahan taruhan oleh toke besar.Siapa-siapa saja yang ditaruhkan para pengusaha itu?,” tanyanya pula.

Selasa, 01 November 2011

Jalan 'Harnus' Diperbaiki, Jalan Lain Masih Rusak

DUMAI (lomekdotcom) - Berkaitan dengan helat Hari Nusantara di Dumai yang akan dilaksanakan Desember mendatang, sejumlah ruas jalan dan sarana umum kini tengah dalam perbaikan dan pembangunan. Hanya saja, perbaikan itu terbatas pada jalan-jalan yang akan dilalui tamu-tamu saja. Sementara jalan-jalan lain di berbagai kawasan masih bertahan dengan kondisi rusak parah.

Perbaikan dilakukan di ruas Jalan Soekarno Hatta. Jalan dengan dua jalur yang menuju batas kota Bukit Kapur mendapatkan perbaikan pada sejumlah tempat. Pembangunan jalan rigit menjelang batas kota belum selesai sepenuhnya. Dewasa ini, pengerjaannya masih berlangsung.

Masih dalam di jalan sama, perbaikan juga dilakukan ruas jalan di Bagan Besar hingga Bundaran Meriam. Perbaikan jalan di sini dilakukan dengan kebut. Soalnya, perbaikan di ruas jalan ini harus selesai menjelang Harnus. Ruas jalan dari Bandara Pinang Kampai akan dilewati presiden dan undangan Harnus hingga pusat kota.

Ruas Jalan Puteri Tujuh mendapatkan perhatian utama. Tidak hanya mendapat perbaikan, salah satu ruas jalan ini malah dibangun baru dengan sistem rigit. Pengerjaannya dilakukan siang malam.
Jalan yang dari Bundaran Meriam hingga Pelabuhan Dumai ini juga direncanakan akan dilewati rombongan Harnus. Ruas jalan ini juga mesti ditempuh bila ingin ke rumah dinas Wali Kota Dumai atau ke kawasan kilang dan perkantoran Pertamina UR II Dumai.

Karena tengah dilakukan pengerjaan pada salah satu ruasnya, arus lalulintas terpaksa ditumpuk pada jalan yang tidak dikerjakan. Ramainya lalulintas warga dan truk CPO menuju kawasan pelabuhan menyebabkan terjadinya kemacetan pada ruas jalan ini. Apalagi, jalan yang dipakai itu tidak dalam kondisi baik. Penuh lobang pula.

Ruas jalan dari pusat kota hingga ke Pelabuhan Agro Bisnis, pusat perhelatan Harnus, pun mendapatkan perbaikan. Tidak hanya jalan, drainase dan sarana umum lainnya yang berada di sisi jalan juga dilakukan pembenahan. Sisi trotoar dan pagar taman sepanjang jalan juga sudah mulai dicat.

"Kita gembira dengan Harnus itu. Bila tidak ada Harnus tentu jalan ini tidak akan dibangun baru macam ini," ujar Bambang, warga yang tinggal di Teluk Binjai. Pria ini gembira karena Jalan Puteri Tujuh setiap hari dilaluinya.

Hanya saja kegembiraan Bambang ini tidak dirasakan oleh warga yang tinggal di Purnama, Bukit Timah atau Medang Kampai. Warga Purnama masih bersungut-sungut dengan kerusakan jalan yang mereka derita semenjak setahun belakangan.

Begitu pun dengan ruas Jalan Tuanku Tambusai. Jalan yang menuju kantor Wali Kota Dumai dan DPRD Dumai masih dalam kondisi rusak parah. Hanya dari depan kantor wako hingga pertigaan simpang Perwira yang beraspal. Selebihnya penuh lobang dan kubangan.

Hal yang sama juga terjadi ruas jalan menuju Medang Kampai hingga batas kota di Pelintung. Sebagian besar ruas jalan ini dalam kondisi bertimbun tanah. Bila hujan turun, kawasan ini berubah menjadi lecah yang sulit ditempuh.

Warga Bukit Timah juga mesti harus bertahan dengan jalan tanah berbatuan. Sebagian besar ruas jalan itu masih dalam kondisi rusak. Hanya yang mengalami rusak parah yang mendapatkan perbaikan.
"Masih rusak. Tapi jauh lebih bagus dari pada melalui Bukit Timah," ujar Nurdin, seorang sopir travel jurusan Dumai-Pekanbaru.

Selasa, 25 Oktober 2011

Bakar Ikan Terpanjang Terancam Gagal

DUMAI (lomekdotcom) – Iven Bakar Ikan Terpanjang yang semula akan diagendakan dalam kegiatan Hari Nusantara XII Desember mendatang, terancam gagal dilaksanakan. Panitia pelaksana belum mendapatkan dukungan dari pihak perusahaan swasta yang beroperasi di Dumai. Dari sebanyak 17 perusahaan yang dimintakan dukungan dan partisipasinya, hanya tiga perusahaan yang memastikan kesediaannya.

“Pada pertemuan kedua akhir pekan kemarin, hanya tiga perusahaan yang sudah memastikan dukungannya,” jelas Ir Syafrizal, Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kota Dumai yang ditunjuk wako selaku penanggungjawab kegiatan bakar ikan.

Dengan dukungan hanya dari tiga perusahaan tersebut jelas tidak bisa dilaksanakan kegiatan bakar ikan. “Kalau hanya tiga perusahaan itu, tentu tidak mungkin dilaksanakan. Tidak mungkin bisa mengkover semua kebutuhan,” ujar Syafrizal tanpa menjelaskan jumlah bantuan dari tiga perusahaan tersebut.

Kegiatan bakar ikan yang akan dijejerkan sepanjang  7 km itu digadang-gadangkan akan memecarkan rekor MURI. Untuk kegiatan ini diperlukan sebanyak 11 ton ikan. Biaya untuk beli ikan serta peralatan bakar dan pendukung lainnya diperkirakan mencapai Rp640 juta.

Semula Pemko Dumai mengharapkan dana ini dari biaya pelaksanaan Harnus. Namun rencana tidak disetujui oleh Gubri. Wako Dumai kemudian berinisiatif menggalang dukungan dana dari sejumlah perusahaan swasta yang berada di Dumai.

Sejumlah perusahaan pun dibawa urun rembuk. Namun, kiat ini pun tidak berhasil. Dari dua kali pertemuan dengan manajemen belasan perusahaan, hasilnya tidak menggembirakan. Hanya tiga perusahaan yang bersedia membantu dana.

Kalau demikian bagaimana lagi? Menurut Syafrizal, pihaknya akan berusaha mencari dukungan sponsor dari pihak perusahaan luar daerah. “Kita akan upayakan cari sponsor. Hanya saja ini terkendala dengan waktu yang sangat singkat. Tapi kita akan coba,” tuturnya, Senin (24/10).

Menurut Syafrizal pula, bila sponsor jugatidak didapatkan maka pihaknya pun angkat tangan. “Kita akan sampai ke panitia Harnus pusat bahwa  dengan mohon maaf, kegiatan bakar ikan terpanjang yang semula direncanakan, tidak jadi dilaksanakan. Saya pikir, jauh lebih baik ditunda, dari pada hasilnya tidak memuaskan,” ujarnya.*

Senin, 17 Oktober 2011

Bakar Ikan Perlu Rp640 Juta

DUMAI (lomekdotcom) - Kegiatan bakar ikan terpanjang memerlukan dana sebesar Rp640 juta. Keinginan Pemko Dumai untuk mengukir rekor membakar ikan terpanjang sempena Hari Nusantara ke XII Desember mendatang, terkendala dengan dana. Dana yang diperlukan untuk itu diharapkan dari partisipasi pihak perusahaan yang beroperasi di Dumai. Namun, dalam pertemuan akhir pekan lalu, belum didapatkan kepastian dari pihak perusahaan.

"Dalam pertemuan kemarin memang belum didapatkan kepastian dari perusahaan mereka bisa berpartisipasi. Mereka mengaku harus mendapat persetujuan dari kantor pusat terlebih dahulu. Sebagian besar perusahaan yang ada di Dumai ini berkantor pusat di Jakarta dan Medan," tutur Ir Syafrizal, Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kota Dumai, selaku koordinator iven Bakar Ikan.

Guna mendukung pelaksanan acara bakar ikan itu, sebanyak 17 perusahaan diharapkan kesediaan dan dukungannya. Hanya saja, sebut Syafrizal, jumlah perusahaan yang datang dalam pertemuan itu juga tidak sampai separoh dari yang diundang. "Mungkin karena acaranya hari Jumat, tidak semua undangan yang datang," jelasnya.

Disebutkan Syafrizal, dukungan dari pihak perusahaan sangat diharapkan guna keberlangsungan kegiatan bakar ikan yang dijadikan sebaga agenda tambahan dalam peringatan Harnus. "Dana untuk bakar ikan ini memang sepenuhnya diharapkan partisipasi dari perusahaan," ujarnya, Senin (17/10).

Mendapatkan kepastian perihal dukungan perusahaan itu, menurut Syafrizal, pihaknya mengagendakan pertemuan lanjutan Jumat (21/10) mendatang. "Dalam pertemuan mendatang kita harapkan sudah ada kepastian dukungan dari pihak perusahaan," tambahnya.

Bila dukungan tidak sesuai dengan harapan? Syafrizal mengaku tidak bisa memastikan apakah kegiatan bakar ikan itu masih tetap bisa dilaksanakan. "Kita akan pertimbangkan lagi bagaimana langkah selanjutnya."

Acara bakar ikan yang akan dijejer sepanjang 7 km itu diperkirakan akan menghabiskan sebanyak 11 ton ikan. Untuk mendapatkan ikan saja diperlukan dana sekitar Rp200 juta lebih. Selain itu juga diperlukan arang dan peralatan pembakar dalam jumlah yang tidak sedikit.

Menurut Syafrizal, bakar ikan terpanjang bukan semata ingin merebut rekor MURI. Akan tetapi lebih untuk mensosialisasikan program pemerintah menggalakkan masyarakat gemar memakan ikan. Dengan demikian, kalangan masyarakat Dumai akan gemar mengkonsumsi ikan dan dapat juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Dumai.*

Selasa, 11 Oktober 2011

Pengantar JCH Dumai Hanya 83 Orang

DUMAI (lomekdotcom) – Soal jumlah pengantar jemaah calon haji (JCH) Dumai yang ‘gemuk’ pihak Humas Pemko Dumai membantah. Jumlah pengantar ke Batam hanya 83 orang. Kesemuanya adalah pihak-pihak yang berhubungan dengan pemberangkatan JCH.

Pihak Humas juga menyebutkan bahwa sedikitnya ada tiga surat perintah tugas Wali Kota Dumai soal perjalanan dinas mengantar JCH. “Surat yang beredar di masyarakat tidak punya nomor surat dan tidak ada cap basah Pemko Dumai. Keakuratanya masih dapat dipertanyakan. Dan ini surat perintas tugas yang asli,” ujar Kabag Humas Pemko Dumai, Bambang H, seraya memperlihatkan SPT nomor 45.14/ADM-KESRA/60.

Bambang sendiri  ikut mengantar JCH ke Batam, Ahad lalu. Entah untuk alasan apa, ia langsung pulang ke Dumai kemarin dan tidak mengikuti prosesi keberangkatan JCH dari embarkasi Batam. Sesampai di Dumai, Senin (10/10)  petang, didampingi M Wazir, ia menyampaikan penjelasan bahwa surat yang beredar tersebut tidak benar.

Dikatakannya bahwa rombongan pangantar terdiri dari 23 orang dari Kementrian Agama, 10 orang dari unsur BDI, PMD, BKMT, KBH, IPHI, 4 orang humas dan wartawan, 10 orang unsur medis dan 5 orang protokoler. “Selebihnya adalah unsur aparat terkait yang berhubungan dengan keberangkatan jemaah haji. Dengan demikian, jumlah pengatar hanya 83 orang,” tuturnya.

Sebelumnya, dalam kesempatan terpisah, Rudiyanto Supriyadi, Dani Sartika dan Rafles juga menyatakan bahwa mereka tidak ikut dalam rombongan pengantar. “Buktinya kami ada di Dumai sekarang kan,” ujar Rudi . Mereka malah mempertanyakan kenapa nama mereka masuk dalam daftar tersebut.

Rudi mengaku heran namanya tertulis dalam surat perintah tugas yang ditandatangani Wako Khairul Anwar itu. “Tahun lalu saya memang ikut mengantar ke Batam. Saat itu saya masih di Dishub. Tahun ini, saya tidak tahu kenapa nama saya tercantum di dalamnya,” ujar Rudi yang menyebutkan dirinya tidak dipecat melainkan mengundurkan diri dari honorer Dishub Dumai.

“Saya juga heran kenapa nama saya masuk. Tapi yang pasti kami tidak pergi. Kalau pun pergi, kami akan mengeluarkan biaya sendiri. Tidak akan pakai dana pemko,” jelas Dani Sartika yang mengaku heran dirinya disebutkan sebagai tokoh masyarakat. “Kapan pula saya dilantik sebagai tokoh masyarakat,” tambahnya.

Gemuknya rombongan pengantar JCH Dumai ke Batam menjadi pembicaraan hangat di kalangan warga. Termasuk di kalangan wakil rakyat. “Wah, sebanyak itu. Ini perlu menjadi perhatian Inspektorat,” ujar Eko Suharjo, Wakil Ketua DPRD Dumai.

Jhon Fikar, anggota Komisi I DPRD Dumai tampak heran saat membaca nama-nama yang tercantum dalam surat perintah tugas dua lembar ini. “Katanya anggaran kecil. Kalau seperti ini ya pemubaziran,” ujarnya.*

Minggu, 09 Oktober 2011

Gemuk, Rombongan Pengantar JCH Dumai

DUMAI (lomekdotcom) – Minggu (9/10) pagi, rombongan jemaah calon haji (JCH) Dumai bertolak ke Batam, pelabuhan embarkasi haji. JCH Dumai tercatat sebanyak 245 orang. Hebatnya, jumlah rombongan pengantar dari Pemko Dumai mencapai 87 orang atau lebih dari sepertiga jumlah JCH.

Tidak saja terkesan gemuk, beberapa nama dinilai tidak layak ikut mengantar. Tapi dipaksakan dengan memberikan label ‘tokoh masyarakat. Sejumlah pejabat yang tidak ada hubungan kedinasan dengan pemberangkatan jemaah haji itu, juga ikutan ramai-ramai ke Batam. Dan mereka pun memboyong istri masing-masing.

Seperti tercantum dalam surat perintah tugas No 451.14/ADM-KESRA yang ditandatangani Wali Kota Dumai, H Khairul Anwar, tercatat 87 orang nama yang ditugaskan melakukan perjalanan dinas ke Batam dalam rangka mengantar JCH Kota Dumai, selama tiga hari.

Rombongan pengantar ini terdari dari 31 orang pejabat pemko dan dinas, 24 pejabat Kemendag, 8 orang istri pejabat, 5 orang camat, 4 orang tim medis, 3 orang tokoh masyarakat serta beberapa nama mewakili IHPI, BKMT dan biro perjalanan haji. Ikut dalam rombongan pengantar ini wali kota bersama istri. 

Sejumlah nama sengaja dimasukan ke dalam rombongan meski keberadaan mereka tidak penting. Seperti nama Dani Sartika, yang keponakan wako dan Rafles, yang merupakan tim sukses saat pilkada. Kedua nama itu ikut rombongan pengantar dengan diberi label sebagai ‘tokoh masyarakat’.

Nama lain yang dipertanyakan adalah Rudiyanto Supriyadi. Dalam keterangan jabatan di surat tugas disebut ‘Dishub Kota Dumai’. Padahal pegawai honerer di lingkungan Dishub Dumai ini sudah diberhentikan semenjak lima bulan lalu. Alih-alih, ternyata nama ini adalah suami dari keluarga dekat istri wako.
Wakil Wali Kota Dumai tidak ikut, tapi ajudannya malah tercantum dalam rombongan yang ikut pergi ke Batam.

Beberapa kepala dinas dan Kabag dinilai tidak ada hubungan kedinasan dengan keberangkatan JCH tersebut. Namun tetap ikut ke Batam. Seperti Kepala Beppeko, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Perindag, Kepala Kantor Pelayanan Pasar,Kakan Satpol PP, Kabag Pembangunan, Kabag Hukum dan Kabag Pertanahan.

Perihal rombongan besar pengantar JCH yang berimplikasi pengeluaran dana yang cukup besar, Kabag Kesra Pemko Dumai, Drs Yasir Hendra, tidak mau memberikan keterangan. Saat dihubungi di Pelabuhan Dumai, Ahad (9/1) pagi, ia mengelak. “Saya sedang sibuk nih,” ujarnya seraya berlalu.

Meski begitu,  ia tampak kaget ketika dipertanyakan wartawan soal nama-nama yang dianggap tidak perlu ikut tersebut. Ia juga tidak menjawab saat dipertanyakan berapa jumlah anggaran yang dihabiskan untuk prosesi pengantaran JCH tersebut.

Kabag Humas, Bambang Hardiyanto, yang dihubungi  juga mengelak memberikan tanggapan. “Nanti ya, biar saya tanyakan dulu pada panitia,” ujarnya seraya pergi. Namun ia tidak kembali lagi.*

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...